PENGUMUMAN

Website ini telah pindah alamat ke mediatani.co

Menteri Pertanian Siapkan Hujan Buatan

Selasa, Agustus 11, 2015
Ilustrasi Hujan Buatan
MediaTani.com - Musim kemaru yang berkepanjangan belakangan ini memaksa menteri pertanian, Amran sulaiman untuk mengambil kebijakan yang tepat agar petani tidak merugi. Dirinya berencana menggunakan hujan buatan untuk mengatasi kekeringan di beberapa daerah selama musim kemarau tahun ini.
"InshaAllah dalam waktu dekat kita akan melakukan hujan buatan, satu dua hari ini kita persiapkan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menyampaikan keterangan pers mengenai upaya penanggulangan kekeringan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Menurutnya, upaya mempercepat jatuhnya hujan akan dilakukan di daerah-daerah yang mengalami kekeringan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lampung dan Nusa Tenggara Barat.

"Daerah-daerah itu jadi skala prioritas sasaran hujan buatan," katanya.

Amran menerangkan bahwa keputusan untuk menggunakan hujan buatan tersebut diambil dalam rapat koordinasi dengan Kepala Polri, Panglima TNI, Menteri Perdagangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono menjelaskan bahwa upaya untuk mempercepat turunnya hujan akan dilakukan bekerja sama dengan TNI, yang sudah menyiapkan dua pesawat Hercules dan dua CASA untuk keperluan hujan buatan tersebut. Kementerian juga akan mengerahkan satu pesawat CASA.

"Kami harap satu dua hari ini sudah bisa terbang di area tersebut. Kami juga akan datang ke sana. Semoga itu semua terdukung ketersediaan awan, di samping semua yang disiapkan di darat," tambah dia.

Hari menambahkan, pemerintah menyiapkan Rp200 miliar untuk mendanai upaya penanggulangan kekeringan tahap pertama.

Kementerian Pertanian bersama beberapa kementerian dan lembaga terkait sudah membuka Pos Komando Bencana Kekeringan Nasional 2015.